Perawan XI MIA 1 Main Futsal?

20.13.00

Sebuah bola futsal yang manyun...
     Untuk blog.

     Sebelumnya, di Minggu malem ini saya bersyukur bisa memposting postingan yang sangat bersejarah dan memiliki momentum dan elastisitas yang sangat tinggi. Mohon maaf juga bila ada kata-kata yang kurang berkenan dan kesamaan nama, tempat, julukan, atau persepsi di dalam postingan ini, semuanya realita dan sudah diatur oleh Tuhan. Ekspektasi pembaca itu lucu, sedangkan ekspektasi penulis itu membuat pembaca terhibur, maka tertawalah sebelum tertawa itu berubah menjadi Manusia Harimau. Alhamdulillah juga postingan ini dapat diposting berkat aliran koneksi internet dari Modem baru saya. Makasih Ibu sudah mendukung dunia per-blogging-an saya dan dunia nge-game saya, walaupun bukan gamers (buat gaya-gayaan doang), karena Ibu juga membelikan saya twin USB Joystick.

Asik juara, euy!


    Saya juga ingin mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada Persib Bandung yang telah mengalahkan Persipura Jayapura. Ketika menonton final itu saya bingung harus dukung yang mana karena antara saya tinggal di Jawa Barat dan blog ini namanya hampir mirip sama julukan tim Persipura, Mutiara Hitam. Semoga menempuh hidup baru juga kepada yang sudah nazar kawin sama Monkey alias kelabang. Jodoh emang gak kemana, dan saya do'akan agar menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warrohmahh. Amiin.

Asik, kawin, euy!

    Besok juga saya Ulangan (Remidial) Fisika, do'akan saya semoga bisa mendapat nilai maksimal semaksimal-maksimalnya. Poko'e joget. Poko'e wish me luck guys!

    Kalo mau baca postingan ini, ada baiknya baca dulu postingan prequel-nya, ini bro: Gebyar Prestasi Antar Kelas

    Di selasa petang itu sekolah SMA Negeri 2 Kuningan masih terdengar suara-suara teriakan. Berisik banget! Sampe-sampe penasaran. Selidik punya selidik, ternyata masih ada cabang GPAK (Gebyar Prestasi Antar Kelas) non-akademik yang sedang dipertandingkan. Inilah, Pertandingan futsal putri antara XI MIA 1 melawan XII MIA 3. Pantas saja di lapangan SMA Negeri 2 Kuningan begitu ramai suara penonton dan para suporter kedua kubu. Kedudukan di babak kedua ini masih imbang nol sama. Sebentar lagi pertandingan berakhir.

    Sementara itu di bangku suporter tim XI MIA 1 sedang duduk para makhluk kelas XI MIA 1 yang sedang menonton pertandingan. Mereka nampak antusias karena ini adalah harapan satu-satunya dari sekian cabang olahraga yang sudah kandas terkalahkan oleh para lawan. Voli, basket, dan tenis meja sudah gugur semua.

    Dan disitu pula duduk salah satu anggota kelas XI MIA 1 yang paling ganteng nan imut bernama Fauzy Husni Mubarok, sebut saja Mawar David. Ia sedang sibuk mengutak-ngatik sarung tangan kiper yang ia pinjam dari temannya, Rimo. Si Fauzy ini ditunjuk menjadi penjaga gawang kelas XI MIA 1 yang akan bermain setelah pertandingan ini.

    Pantas saja ia begitu bersemangat untuk memakai sarung tangan yang baru ia pinjam itu. Ini adalah pertandingan olahraga pertamanya dalam mengikuti GPAK (Gebyar Prestasi Antar Kelas), setelah sebelumnya di kelas X ia tidak mendapat kesempatan bermain di cabang futsal karena skill-nya itu pas-pasan dibandingkan teman-teman yang lain. Kali ini ia dipercaya menjadi penjaga gawang tim futsal kelasnya, setelah dengan tidak sengaja bermain sebagai kiper di beberapa bulan lalu di ajang turnamen persahabatan kelas XI menggantikan Shidiq yang tidak bisa menangkap bola satupun. David dianggap meyakinkan menjadi kiper, walau sebenarnya hati kecilnya masih takut menghadapi bola. (Yaiyalah! Wong menghadapi guru fisika saja ketar-ketir)

     Yang duduk disitu semua pada kecewa. Karena sampe sekarang masih aja skor telor sama telor menghiasi papan skor. Sampe mereka udah pada jenggotan dan brewokan masih tetep saja skor gak berubah.

     Babak kedua pertandingan futsal putri ini pun berakhir dan terpaksa harus dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan siapa pemenangnya. Elboy yang menjadi penendang pertama sukses menuntaskan amanah (dari Tuhan) dengan baik, bola masuk dengan mulus dan penjaga gawang kelas XI yang dipanggil Teh Ipun itu nampak kesal karena tidak dapat menangkap tendangan Elboy. Nampaknya hari Jum’at nanti pramuka diliburkan, karena Teh Ipun sebagai bantara akan pergi ke barat untuk berlatih kiper bersama kera sakti sekalian mencari kitab suci.

     Giliran tim putri kelas XII yang menendang. Bola sukses masuk, skor menjadi 1-1. Via sebagai (bantara junior) kiper tim kelas XI MIA 1 hanya bisa diam melihat bola masuk ke gawangnya. Tubuhnya tidak bisa bergerak bagai patung pancoran. Kontan, suporter XI MIA 1 yang duduk di bangku bersama David kecewa dan berteriak menyemangati agar timnya tidak kalah. Oh iya, biar gak pada protes yang duduk di situ ada juga Irawan dan Rika. Dan para pemain futsal putra yang nanti akan bermain.

     Penendang kedua dari tim kelas XI, Ufla, berhasil memasukkan bola ke gawang yang dijaga Teh Ipun. Dan keberuntungan menghinggapi kelas XI MIA 1 ketika penendang kedua dari tim kelas XII MIA 3 gagal menceploskan bola. Bola melebar ke sisi kanan gawang. Via cuma bisa bersyukur dan cungar-cengir karena lagi-lagi tubuhnya terpaku tidak bisa bergerak melihat bola yang bundar. Matanya seakan terhipnotis oleh laju bola yang ngeloyor gitu aja. Skor 2-1 untuk keunggulan XI MIA 1.

     Dan sif ketiga pun dimulai. Sif terakhir penalti. Awalnya Gina yang akan menendang, sudah nampak meyakinkan. Namun yang terjadi malah Rainy yang nyerobot ingin menendang duluan. Gina mengalah dan pasrah akan keadaan. (#NowPlaying Seventeen - Selalu Mengalah)

     Rainy mengambil kuda-kuda yang aneh sebelum menendang. Wajahnya berseri-seri menunjukkan kalau dia itu percaya diri, cengar-cengir memberi salam kepada penonton. Gerak tubuhnya cucok sekali, dia menendang…. Bola hinggap tepat di pelukan penjaga gawang kelas XII, Teh Ipun. Ia mengangkat tangannya. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “The match is not over yet!” skor imbang 2-2.

     “Aduh, galau nih!” seru David kepada Bertus yang sejak tadi duduk mesra di sampingnya.

     Bertus cemberut, meratapi nasib kelasnya. Ia merasakan hal yang sama dengan David. Kelas XI MIA 1 harap-harap cemas melihat tim futsal putrinya sedang diujung tanduk. Semoga menang, ya?!

     Babak adu penalti dihentikan sebentar, bakal dilanjutkan sif ke-empat. Namun dengan aturan kalo yang nendang masuk berarti itu yang menang, kalau yang nendang enggak masuk berarti itu yang kalah. Kelas XI MIA 1 yang menang suit, memilih untuk menjadi yang menendang. Kalo masuk menang, enggak masuk kalah. Harapan berada di pundak Elboy, soalnya dia yang mengambil alih eksekutor penalti penentuan ini.

     Bulu kuduk merinding. Suporter sontak terdiam. Elboy mengambil ancang-ancang. Detak jantungnya bertambah cepat.

     DUARR!! Elboy menendang bola.

     Apa yang terjadi?!

     “AHAAYYY!!”

     Bola ditepis oleh Teh Ipun. OMG!!! Dan kelas XII MIA 3-lah yang memenangkan pertandingan. Elboy tertunduk lesu. Tim futsal putri XI MIA 1 harus mengakui kehebatan kelas XII. Kali ini tim futsal putra kelas XI MIA 1 yang akan bertandingan melawan kelas yang sama harus memenangkan pertandingan. Mereka harus membalaskan pahit getirnya kekalahan yang dialami oleh tim futsal putri. Apakah akan berhasil?!

      Mustahil, deh, kayaknya.

***

Baca cerita yang lain yuk!

4 yang komentar.

Terserah..

Total Tayangan Laman